Juli ini, desa pinggir pantai di Canggu yang
berlokasi di selatan Bali, menjadi tempat untuk acara Urban dan Street Art terbesar
di Indonesia. Beberapa nama seniman besar bergabung dalam edisi pertama Tropica
Festival dan selama seminggu, mereka menciptakan lebih dari 30 karya seni di
sekitar area Canggu.
Tujuan
utama dari festival ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada seniman lokal
dan internasional untuk saling bekerjasama dalam kondisi yang memungkinkan dan
meningkatkan kesadaran lingkungan akan isu di Bali diantara generasi muda dan
publik pada umumnya, tentunya dengan bantuan pihak penyelenggara lokal maupun
internasional.
Event ini
disambut baik oleh masyarakat Bali maupun turis mancanegara, dan keramaian
publik sempat tercipta ketika seniman seperti Fintan Magee (Australia), Felipe Pantone
(Spanyol) atau Darbotz (Jakarta) menghasilkan karyanya sehingga terlihat macet
di jalan sekitar area Canggu.
Event ini
juga menampilkan pesta pembukaan dan penutupan,dimana terdapat sesi live
painting dimana para seniman-seniman berkumpul dan menggambar bersama.
Dua mural
terbesar (sekitar 100 m2) telah digambar oleh seniman Australia Fintan Magee di
tengah-tengah area café di Canggu (seberang Deus) dan oleh kolaborasi antara
Cinzah dari Selandia Baru serta Slinat dari Bali yang berada di sebuah tembok
di daerah Berawa.
Karya lain
dihasilkan oleh nama-nama seniman besar yang sudah tidak asing didalam seni ini
baik lokal maupun internasional. Nama seperti Sofles, Vans the Omega, Roa,
Phibs, Felipe Pantone, Beastman, Askew, Tuyuloveme, The Popop atau Darbotz
adalah beberapa nama yang telah mentransformasikan tembok-tembok yang berada di
Canggu dengan hasil karya seni publik yang dapat diapresiasi oleh masyarakat
maupun turis.
Tropica
Festival berusaha untuk menurunkan karya-karya baru pada tembok dan bangunan
yang sebelumnya jarang dilirik serta mengenalkan kepada publik Bali terhadap
salah satu bentuk seni kepada publik dan menciptakan sebuah festival yang unik.
Dalam
kerjasamanya dengan Pangea Seed Foundation (berbasis di Hawaii), Eco Bali
Recycling and Oceans Care (Indonesia), kami juga berusaha untuk meningkatkan
kesadaran akan isu lingkungan yang memberikan dampak terhadap masyarakat Bali,
dengan isu utama adalah pembuangan sampah yang tak bertanggungjawab.
Oleh
karena itu selama event berlangsung, kami menyediakan tempat sampah yang telah
dikategorikan menjadi sampah plastik, logam dan kaca terhadap para seniman-seniman
sebagai bentuk kerjasama dengan Eco Bali Recycling. Kami juga menyelenggarakan
sesi bersih-bersih sampah di Berawa dengan pihak Pop! Hotels.
Lebih dari
itu, banyak mural yang dihasilkan selama Tropica Festival adalah mengalamatkan
kepada isu polusi pembuangan sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
akan isu lingkungan sehingga mampu memberikan efek kepada meraka yang nantinya
mengunjungi Bali, inilah yang kami sebut dengan ‘Artivisme”.
Pembuat
film sekaligus fotografer dari Australia yaitu Seline Miles, bersama dengan
fotografer Eropa yaitu Henrik Haven dan semua partner kami berhasil merekam
semua momen dan kejadian selama event berlangsung. Silahkan ikuti akun
@tropicafestival atau mengecek tanda pagar #tropicafestival di Instagram
tentang semua cerita mengenai Tropica Festival.
Angka-angka
menarik mengenai Tropica Festival
-
40 seniman dari 11 negara berbeda mengambil peran dalam event ini
- 50 mural tercipta selama 5 hari penyelenggaraan
- Lebih dari 3000 kaleng cat semprot dan 450 liter
cat akrilik digunakan untuk menciptakan karya mural
- 60 set perancah dan 20 tangga digunakan untuk
mural berskala besar.
- Lebih dari 200 kilogram sampah organik dan non organik
dipungut dalam tempo waktu kurang dari 2 jam selama sesi bersih-bersih pantai
di Berawa.
- 1500 postingan dengan tanda pagar
#tropicafestival telah diposting di Instagram selama dua minggu. Akun Instagram
kami mampu mencapai sekitar 5000 pengikut dalam tempo beberapa minggu.
- Publikasi
mengenai @tropica festival selama dan setelah event melalui seniman dan partner
kami mencapai tiga juta orang pada media sosial.
- Tropica Festival mengumpulkan sekitar 2000 orang
yang melihat di akun Youtube setelah publikasinya dirilis.
- Ribuan senyum oleh masyarakat yang menyaksikan
karya-karya mural yang berada di Canggu.
Videos &
Pictures
Link untuk akun TROPICA Festival 2016 di Youtube:
Link Dropbox dengan video resolusi tinggi oleh
Selina Miles:
Live reportase oleh NET.TV selama event berlangsung:






No comments:
Post a Comment