Friday, 12 August 2016

TROPICA FESTIVAL 2016 – Rilisan Pers Pasca Event



Juli ini, desa pinggir pantai di Canggu yang berlokasi di selatan Bali, menjadi tempat untuk acara Urban dan Street Art terbesar di Indonesia. Beberapa nama seniman besar bergabung dalam edisi pertama Tropica Festival dan selama seminggu, mereka menciptakan lebih dari 30 karya seni di sekitar area Canggu.

Tujuan utama dari festival ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada seniman lokal dan internasional untuk saling bekerjasama dalam kondisi yang memungkinkan dan meningkatkan kesadaran lingkungan akan isu di Bali diantara generasi muda dan publik pada umumnya, tentunya dengan bantuan pihak penyelenggara lokal maupun internasional.
Event ini disambut baik oleh masyarakat Bali maupun turis mancanegara, dan keramaian publik sempat tercipta ketika seniman seperti Fintan Magee (Australia), Felipe Pantone (Spanyol) atau Darbotz (Jakarta) menghasilkan karyanya sehingga terlihat macet di jalan sekitar area Canggu.
Event ini juga menampilkan pesta pembukaan dan penutupan,dimana terdapat sesi live painting dimana para seniman-seniman berkumpul dan menggambar bersama.

Dua mural terbesar (sekitar 100 m2) telah digambar oleh seniman Australia Fintan Magee di tengah-tengah area café di Canggu (seberang Deus) dan oleh kolaborasi antara Cinzah dari Selandia Baru serta Slinat dari Bali yang berada di sebuah tembok di daerah Berawa.
Karya lain dihasilkan oleh nama-nama seniman besar yang sudah tidak asing didalam seni ini baik lokal maupun internasional. Nama seperti Sofles, Vans the Omega, Roa, Phibs, Felipe Pantone, Beastman, Askew, Tuyuloveme, The Popop atau Darbotz adalah beberapa nama yang telah mentransformasikan tembok-tembok yang berada di Canggu dengan hasil karya seni publik yang dapat diapresiasi oleh masyarakat maupun turis.

Tropica Festival berusaha untuk menurunkan karya-karya baru pada tembok dan bangunan yang sebelumnya jarang dilirik serta mengenalkan kepada publik Bali terhadap salah satu bentuk seni kepada publik dan menciptakan sebuah festival yang unik.
Dalam kerjasamanya dengan Pangea Seed Foundation (berbasis di Hawaii), Eco Bali Recycling and Oceans Care (Indonesia), kami juga berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan isu lingkungan yang memberikan dampak terhadap masyarakat Bali, dengan isu utama adalah pembuangan sampah yang tak bertanggungjawab.


Oleh karena itu selama event berlangsung, kami menyediakan tempat sampah yang telah dikategorikan menjadi sampah plastik, logam dan kaca terhadap para seniman-seniman sebagai bentuk kerjasama dengan Eco Bali Recycling. Kami juga menyelenggarakan sesi bersih-bersih sampah di Berawa dengan pihak Pop! Hotels.

Lebih dari itu, banyak mural yang dihasilkan selama Tropica Festival adalah mengalamatkan kepada isu polusi pembuangan sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu lingkungan sehingga mampu memberikan efek kepada meraka yang nantinya mengunjungi Bali, inilah yang kami sebut dengan ‘Artivisme”.


Pembuat film sekaligus fotografer dari Australia yaitu Seline Miles, bersama dengan fotografer Eropa yaitu Henrik Haven dan semua partner kami berhasil merekam semua momen dan kejadian selama event berlangsung. Silahkan ikuti akun @tropicafestival atau mengecek tanda pagar #tropicafestival di Instagram tentang semua cerita mengenai Tropica Festival.

Angka-angka menarik mengenai Tropica Festival
 - 40 seniman dari 11 negara berbeda mengambil peran dalam event ini
- 50 mural tercipta selama 5 hari penyelenggaraan
- Lebih dari 3000 kaleng cat semprot dan 450 liter cat akrilik digunakan untuk menciptakan karya mural
- 60 set perancah dan 20 tangga digunakan untuk mural berskala besar.
- Lebih dari 200 kilogram sampah organik dan non organik dipungut dalam tempo waktu kurang dari 2 jam selama sesi bersih-bersih pantai di Berawa.
- 1500 postingan dengan tanda pagar #tropicafestival telah diposting di Instagram selama dua minggu. Akun Instagram kami mampu mencapai sekitar 5000 pengikut dalam tempo beberapa minggu.
- Publikasi mengenai @tropica festival selama dan setelah event melalui seniman dan partner kami mencapai tiga juta orang pada media sosial.
- Tropica Festival mengumpulkan sekitar 2000 orang yang melihat di akun Youtube setelah publikasinya dirilis.
- Ribuan senyum oleh masyarakat yang menyaksikan karya-karya mural yang berada di Canggu.

Videos & Pictures

Link untuk akun TROPICA Festival 2016 di Youtube:

Link Dropbox dengan video resolusi tinggi oleh Selina Miles:

Live reportase oleh NET.TV selama event berlangsung:



No comments:

Post a Comment