Sumber: Koleksi Easy Tiger, Asia #1 Stickers Museum
Well, stiker yang selanjutnya saya sebut stiker Soeharto ini merupakan salah satu fenomena sosial yang bisa saya sebut dengan post power syndrome dimana masyarakat lapisan bawah (khususnya) berusaha untuk menghidupkan kembali citra Presiden kedua RI, yakni Soeharto, lewat stiker, media paling kecil yang mudah beredar di masyarakat.
Mereka mencoba untuk mengenang kejayaan masa lalu dimana harga beras murah, BBM masih terjangkau untuk semua lapisan, kondisi ekonomi yang tergolong stabil, situasi politik yang adem ayem dan lain sebagainya. Mereka menganggap kondisi sekarang merupakan kondisi yang bertolak belakang dengan zaman kepemimpinan Soeharto. Sehingga munculah sentilan-sentilan kecil yang menggelitik hati kita apakah benar zaman beliau Indonesia lebih baik, ataukah sebaliknya?
Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh masing-masing pribadi kita bergantung pada latar belakang ekonomi, pendidikan dan jangan lupakan faktor umur! Mereka yang hidup pada era Soeharto mungkin mengagung-agungkan zaman tersebut, namun apakah kita generasi muda setuju terhadapnya? Ataukah kita juga bisa mengatakan zaman ini lebih baik daripada zaman 20 tahun yang akan datang? Ini hanya pertanyaan retorikal, tidak usah dijawab. Namun apabila kita mengatakan iya, berarti kita tidak ada bedanya dengan mereka yang menempelkan stiker Soeharto: piye kabare, iseh penak jamanku toh? Sekian.



Suatu ketika saya melihat sebuah stiker yang sangat menggelitik dengan citra Bu Tien Soeharto. Kira-kira begini tulisannya: Ojo percaya bojoku, bojoku ngapusi, jamane ra penak blas! Nah!
ReplyDelete