Tuesday, 25 February 2014

Stiker Tamiya

Wuzzzz! Mobil kecil itu melesat cepat, meliuk-liuk diantara lintasan. Roller-nya menjaga keseimbangan agar tak keluar dari trek. Berlomba dengan yang lainnya. Benar-benar seru, apakah yang sedang saya bicarakan? Ya benar! Mobil Tamiya! Tamiya adalah permainan mobil balap ala Jepang yang masuk di Indonesia sejak 1980, meski kepopulerannya sempat dikalahkan oleh permainan gasing, namun mobil berdinamo ini tetap eksis (dan melegenda, jangan lupa itu!). Hal itu juga didukung dengan penayangan film animasi (anime Jepang) tentang Tamiya di salah satu stasiun televisi swasta. Apakah itu?

Yes, Dash! Yonkuro! Berbeda dengan mainan mobil balap lain, keasyikan permainan ini bukan karena adu kecepatan. Melainkan kehandalan perakitlah yang menentukan. Mobil Tamiya tidak dijual dalam bentuk jadi, hanya berupa spare part atau komponen. Pemainlah yang harus pintar-pintar merakit dan mengkombinasikannya dengan peralatan yang tepat agar dapat menghasilkan mobil balap yang terhebat. Kita lihat dulu penampakan stikernya dibawah.

  Sumber: Koleksi Easy Tiger, Asia #1 Stickers Museum
 
Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya Tamiya adalah sebuah merk perusahaan mainan asal Jepang yang didirikan oleh pria bernama Yoshio Tamiya. Tak heran merk ini bernama Tamiya. Hanya karena pertama kali dan masuk di Indonesia adalah merk Tamiya, maka sampai sekarang mainan ini disebut Tamiya. Karena terus berkembang, Tamiya pun akhirnya dikenal sebagai “First in Quality Around the World”. Perlombaan Tamiya pun sering diadakan sampai hari ini. Meski tak sesering dulu, namun perlombaan ini tetap ada dan digilai penggemarnya. Tak heran pesertanya sampai kelihatan membawa lunch box yang sebenarnya adalah tool kit.

Meski demikian, Tamiya Mini 4WD merupakan jenis mainan yang sangat susah dan penuh tantangan. Karena effort yang dilakukan untuk menjadikannya mobil yang berlari kencang diperlukan banyak perhatian dari segala aspek. Seperti misalnya diameter ban, jenis ban yang digunakan, ukuran gear yang pantas untuk kondisi sirkuit, model dan jenis bearing, kapasitas, merk baterai, dan segala spare part lainnya sampai pada gulungan kawat dinamo segala! Tetiba saja anak-anak pada masa itu jadi jago merakit mesin, walaupun hanya mesin Tamiya! Berbakat memang!

Selain itu juga begitu banyak lintasan yang di rancang bermacam-macam bentuknya. Tak jauh-jauh beda dari balapan sungguhan seperti Formula 1 atau Moto GP, lintasan pun perlu setting sendiri. Yang tercepat belum tentu menang, karena tak sedikit dikala sedang balapan, mobil terpental keluar lintasan. Karena saking ekstrim trek yang ditampilkan. Untuk lebih memudahkan Anda membayangkannya, bayangkan saja trek roller coaster.

Tentu juga Anda mengingat kartun Dash! Yonkuro bukan? Itu lho, kartun yang sempat menghiasi layar kaya kita dengan balapan mobil Tamiya. Sebuah kartun yang diangkat dari manga karya Saurus Tokuda. Bercerita tentang 5 sekawan yang tergabung dalam team Dash Warrior, terdiri dari Yonkuro, Tankuro, Shinkuro, Punkuro, dan Rinko dalam mengarungi turnamen Mini 4 WD. Dash-1 Emperor, Dash-2 Burning Sun, Dash-3 Shooting Star, Dash-4 Cannon Ball, dan Dash-5 Dancing Doll. Pasti semuanya ingat bukan?

Dimana persaingannya selalu panas dan tentunya selalu dimenangkan oleh tim Dash! Yonkuro. Yang saya heran dari kartun ini hanyalah satu, mengapa kecepatan lari orangnya selalu kalah dibanding Tamiya-nya, anehnya lagi Tamiya tersebut seakan tidak memerlukan lintasan lagi untuk berlari, cukup diberi trek seperti pasir, lumpur ataupun aspal, mereka tetap saja melesat asalkan dipandu degan sebuah stik semacam stik golf atau stik hoki es! Aneh memang, tapi itulah kartun, dan itulah Tamiya, wuuzzz!

Berikut petikan lagu dari kartun Dash! Yonkuro. Anggap saja bonus yang tidak penting dari saya. Sok, ambil gitar Anda dan lantunkan tembang kenangan ini!



Aku berlari-lari mengejar mobilku...
Turuti kata hatiku...

Mobilku nomor satu...
Buatan ayah yang paling ku cintaaaaa

Dash!
Mobilku nomor satu
mobilku tak pernah kalah...

Dash!
Dash!
Daaash!
Yonkuroooo...

Tuesday, 18 February 2014

Stiker Kassandra



Hahaha. Anda pasti menertawakan judul diatas. Kassandra? Apakah Kassandra telenovela yang ngetop tahun 90-an itu yang saya maksud? Ya, benar, siapa lagi kalau bukan dia. Entah mengapa saya ingin mengangkatnya sebagai sebuah postingan untuk blog kali ini. Toh stiker Kassandra yang ada di Easy Tiger, Asia #1 Stickers Museum merupakan salah satu stiker favorit pengunjung sebab mampu mengundang gelak tawa mereka (dapat saya pastikan bahwa mereka adalah generasi 90-an). Okay then, enough monkey business, we’ll go straight to the point. So this is the Kassandra sticker which I mentioned before.


Sumber: Koleksi Easy Tiger, Asia #1 Stickers Museum


Well, stiker ini menjadi saksi bisu telenovela Latin yang sempat merajai dunia pertelevisian kita. Itu merupakan zaman keemasan dimana ibu dan kakak perempuan kita mulai menyiapkan sapu tangan untuk siap banjir air mata melihat drama yang tak berkesudahan. Dan anehnya, mereka sudah menetapkan bahwa jam sekian adalah jamnya telenovela. So, kita para kaum lelaki terpaksa pasrah apalagi zaman itu mempunyai TV sebanyak 2 unit hanyalah mimpi bagi kaum menengah ke bawah. Maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita terpaksa tersedot ke dalam drama yang diusung oleh Kassandra dan kawan-kawan. Dan kawan-kawan? Apa maksudnya?

Yes, di tahun 90-an bukan hanya saja Kassandra yang menghiasi layar kaca, namun juga terdapat Esmeralda, Maria Mercedes, Maria Cinta Yang Hilang, Rosalinda and many more. Anda masih punya rujukan lain? Sebutkan saja! Apa? Apakah saya mendengar Esmeralda, Marimar, Isabel, Marisol? Waoww, Anda hebat! Saya pastikan Anda sudah cukup berumur untuk tahu semuanya, berarti kita sama! Mereka menginvasi kita dengan drama penuh intrik yang tiada habisnya, namun saya sangat suka selera berpakaiannya, seksi dan panas kalau boleh dibilang. Ranum pula. Bagusnya lagi, belum ada sensor yang ketat untuk itu, beruntunglah kami. Tapi tetap saja adegan berciuman dan segala macamnya dipotong demi alasan tertentu.

Uniknya lagi, para kaum wanita sampai rela terhanyut drama yang dibawakan oleh telenovela-telenovela semacam ini. Mereka akan kisut ketika terjadi adegan pelukan mesra namun akan berteriak hebat jikalau sang tokoh utama akan meminum sesuatu yang tentunya teluh diracun oleh sang tokoh antagonis. “Jangaaaaaaaan diminum!” Kira-kira begitulah dan berharap televisi punya cukup telinga untuk mendengarnya. Pintar! Benar-benar drama yang memabukkan memang bagi ibu rumah tangga. Saya sampai heran bagaimana mereka bisa betah menontonnya. Apakah ini merupakan tontonan hiburan yang pas bagi para wanita (dari ibu rumah tangga, wanita karir, sampai pembantu rumah tangga sekalipun) sesaat setelah penat? Bisa jadi. Setelah mengepel, menyapu, mencuci piring, memasak, ngantor dan lain-lain, saya rasa tontonan telenovela merupakan tropi kemenangan yang pas bagi mereka. Setimpal!

Ini fenomena urban bagi saya. Tentang bagaimana bisa sebuah acara pertelevisian Latin dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Apakah plotnya atau tokohnya? Ataukah pakaiannya? Ataukah ketiganya? Well, apapun itu mereka Latino sukses meramunya menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi kita masyarakat pertelevisian Indonesia. Sayangnya tontonan ini berada pada jam prime time dan menjadi musuh bersama masyarakat karena bertepatan dengan JBM alias Jam Belajar Masyarakat. Kita dihadapkan dua pilihan yang sulit namun tetap dapat ditebak siapa yang menang. Telenovela oh telenovela!

Stiker Kampanye



9 April 2014. Itulah tanggal pemilihan legislatif dan juga pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal tersebut pesta demokrasi akan berlangsung dan semua akan bertarung untuk memperebutkan kursi panas yang bahkan lebih panas dari kursi panas yang ada dalam Who Wants To Be A Millionaire besutan Tantowi Yahya sekalipun. Apa fenomena urban yang bisa kita tarik dari pemilihan umum ini? Apakah itu? Benar! Stiker kampanye! Anda makin hari makin menangkap pemikiran saya, bagus!
Secara etimologis kampanye berasal dari bahasa Perancis yaitu campagne yang diduga terambil dari bahasa Italia champagne yang berarti lapangan, operasi militer. Kata ini berakar dari bahasa Latin champagne yang dituturkan di daerah sekitar kota Naples atau yang kita kenal Napoli berarti medan terbuka, medan perang, atau lapangan, yang dalam perkembangannya bermakna :
  • Serangkaian operasi militer, sering kita mendengarnya dalam bhasa Inggris sebagai 'military campaign'
  • Suatu operasi yang dirancang untuk menghasilkan sesuatu yang mudah ditentukan. Sinonim dari kampanye adalah, crusade, drive, push (mendorong).
Stiker kampanye merupakan media propaganda terkecil, termurah dan mass product yang disebarkan pada saat sebelum pemilihan umum dimulai. Hal ini lumrah terjadi dimana masyarakat akan dijejalkan dengan kampanye-kampanye yang diharapkan dapat menarik peratian mereka untuk mencoblos (bukan mencontreng lagi lho).
Berikut akan saya tampilkan beberapa contoh stiker kampanye yang saya temui akhir-akhir ini.

Sumber: Koleksi Easy Tiger, Asia #1 Stickers Museum

Stiker diatas merupakan merupakan hasil donasi dari seorang karib yang kebetulan berada di lokasi kejadian yaitu Bandung sewaktu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat untuk periode 2013-2018. Sebuah pertarungan yang alot memang dimana akhirnya Ridwan Kamil lah yang memenangkan pertarungan ini (dan saya tidak memiliki stikernya, sayang sekali).

Banyak alasan, mengapa para caleg (calon legislatif) memilih stiker sebagai media kampanye, salah satunya adalah efektif dalam menyampaikan pesan kampanye. Stiker merupakan media terkecil yang bisa langsung dengan cepat menyusup ke sendi-sendi keseharian masyarakat, berbeda dengan banner, spanduk, baliho, ataupun radio dan televisi, stiker lebih cepat karena ia kecil dan menempel dimana-mana dan hampir tidak membutuhkan media apapun sebagai perantara, cukup space yang kering untuk ditempel saja. Sesimpel itu. Namun sangat mematikan efeknya sebab bisa merasuki keseharian kita dari warung makan, pos ronda sampai ke WC umum sekalipun. Bayangkan betapa annoying-nya stiker ini bagi kita. Namun inilah cara yang dipilih oleh para tim kampanye. Berusaha untuk menyebarluaskan kampanye seluas-luasnya tanpa mengenal batas dimensi. Benar-benar profesional. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat stiker kampanye, semuanya dijabarkan berikut ini:
1       Desain
Ini merupakan jantung daripada stiker kampanye itu sendiri. Desain yang menarik akan membuat masyarakat tertarik untuk melihatnya, sehingga konten kampanye akan mudah terbaca walaupun dengan sekilas hanya melihat huruf atau warna atau kemasannya.Begitulah seharusnya desain stiker dibuat, dengan desain yang benar-benar eye catching.
    Bahan Baku
Bahan baku stiker yang berkualitas tinggi menunjukkan keseriusan sang pembuat kampanye tentang sejauh mana detail yang diperhatikan tentang media kampanye itu sendiri. Stiker yang berkualitas buruk tentu mencerminkan ketidakprofesionalan tim kampanye dan mungkin berdampak tidak langsung pada image stakeholder diatasnya.

Well, sekian dari saya kali ini, sebab bukannya membahas fenomena urban yang terjadi dibalik stiker kampanye, saya malah ngalor ngidul memperhatikan apa yang harus dicatat untuk membuat stiker kampanye. Sebenarnya ranah politik ini malas bagi saya untuk membahasnya, untuk itulah saya sedikit lari dari tema yang saya usung. Tak apa, toh saya juga tidak terlalu menyukai politik. Namun, semoga info diatas berguna bagi Anda penikmat stiker sebab stiker kampanye merupakan fenomena yang tidak bisa kita ingkar. Oke? Selamat dijejali dengan stiker kampanye!



Saturday, 15 February 2014

Stiker Gunung


Halo, lama tidak bersua. Apa kabar? Masih sehat? Masih semangat? Saya harap begitu karena sebenarnya saya sekarang sudah lemas menghirup udara yang bercampur abu vulkanik Gunung Kelud yang meletus Kamis, 13 Februari 2014 kemarin. Dan sudah hampir tiga minggu saya tidak memproduksi sesuatu yang baru untuk blog saya. Okelah, karena saya sudah kembali, mari kita memulainya saja.

Bertepatan dengan hari dimana terjadi letusan Gunung Kelud di Jawa Timur, maka posting kali ini akan membahas sedikit tentang fenomena urban stiker gunung alias stiker-stiker yang biasa beredar di kalangan pecinta gunung. Hati-hati berkomentar, hidup mereka keras! Bagi saya pribadi, penempelan stiker-stiker berbau 'gunung' di helm anak muda zaman sekarang menjadi lumrah sebab minat untuk menaiki gunung semakin meningkat (tentunya hal ini bukan karena film "5 cm"), namun karena sudah menjadi pilihan gaya hidup mahasiswa. Saya berteori bahwa, mahasiswa memiliki kehidupan yang keras di kampus tentang perkuliahan yang membuat pusing kepala, tugas yang menumpuk, belum lagi skripsi yang tak rampung-rampung, faktor ini bermuara pada solusi termurah yaitu menaiki gunung. Sebuah opsi yang menantang sekaligus menyenangkan. Teori lain adalah menjamurnya outdoor adventure shop yang bertebaran disepanjang kota. Entah yang menjual merk internasional maupun nasional. Entah yang orisinil maupun yang berkualitas China. Dan jangankan outdoor adventure shop, bahkan tempat-tempat penjualan pakaian bekas pun menampilkan koleksi yang tidak bisa dianggap remeh.

Oke, kembali ke stiker gunung yang dimaksud. Saya mengangkat tema ini sebab sama kasusnya dengan stiker metal yang saya posting sebelumnya, munculnya stiker gunung ini juga sangat menarik. Berawal dengan hanya ditempelnya stiker-stiker ini di sekretariat pecinta alam, dan sekarang sudah merambah ke helm motor. Namun tidak seperti stiker metal yang lebih bebas untuk didapatkan (atau setidaknya membutuhkan perjuangan yang tidak mudah), namun stiker gunung juga memiliki kesulitan yang berbeda. Bahkan kesulitan tingkat dewa sebab tidak dijual ditempat-tempat umum melainkan langsung dari gunung!

Berikut saya tampilkan stiker gunung yang dimaksud. Stiker ini merupakan donasi seorang teman kepada museum kami, Easy Tiger, Asia #1 Stickers Museum. Ia adalah seorang pendaki gunung yang bisa saya katakan sebagai donatur reguler museum kami untuk kategori 'Gunung'.

 Sumber: Koleksi Easy Tiger, Asia #1 Stickers Museum

Stiker diatas menunjukkan stiker yang beredar di seputaran basecamp Gunung Merbabu. Tampaklah disini bahwa stiker ini diperuntukkan bagi mereka yang berhasil mencapai basecamp dan mendapatkannya disana. Ada fenomena menarik pada stiker ini, sebagai sebuah penunjuk jalan praktis karena disertai peta (dimana kemampuan navigasi seorang pendaki gunung sangat diperlukan) dan juga stiker ini sebagai sebuah tanda bahwa sang pendaki sudah bertandang ke gunung yang dimaksud.

Kultur inilah yang dibawa oleh para pendaki muda urban kita ke ranah jalanan dimana stiker ini juga beredar di helm motor. Apakah sebagai sebuah pertanda kalau mereka adalah mapala (mahasiswa pecinta alam), atau sebagai sebuah gengsi (bahwa mereka sudah menaiki Semeru misalnya) ataukah memang sebagai sebuah media provokasi bagi kita agar mau mencoba gaya hidup mendaki gunung itu sendiri.

Benar-benar fenomena yang menarik. Seiring perkembangan zaman, helm tak sekadar digunakan untuk alat pelindung kepala bagi pengendara motor. Produk keselamatan utama pengendara motor ini kini telah menjadi salah satu tren gaya berpakaian sekaligus bentuk aktualisasi diri melalui penampilan, begitupun dengan stiker stiker gunung yang menempel pada teman-teman pendaki gunung. Toh kalau dilihat sebagai sebuah media provokasi proaktif, stiker ini mencoba mengajak kita untuk mencoba menaiki gunung barang sekali saja, siapa tahu kita ketagihan dan mulai beralih ke gaya hidup ini. Siapa tahu. Toh bahkan ada stiker yang mengatakan bahwa "Calon Menantu Yang Baik Adalah Seorang Pendaki Gunung". Nah! Berikut adalah sedikit stiker yang bisa kami tampilkan sekali lagi kepada Anda mengenai stiker gunung.